KontraS Aceh

Catatan Kritis KontraS Aceh Terhadap PPHAM

Dalam dinamikanya, pembentukan tim ini menuai polemik. KontraS Aceh mengamati, sejak proses penyusunan materi yang tampak tergesa-gesa, minimnya partisipasi publik dalam pembentukannya, hingga substansi pasal per pasal dalam Keppres ini dinilai sangat berpotensi melanggengkan impunitas bagi pelaku pelanggaran HAM di Indonesia. “Dari beberapa kejanggalan ini, maka patut dipertanyakan motif dan latar belakang dari pembentukan Keppres …

Catatan Kritis KontraS Aceh Terhadap PPHAM Selengkapnya »

Kecam Aksi Represif Aparat Keamanan di Aceh Barat, KontraS Aceh: Demonstrasi Hak yang Harus Dilindungi

Aksi demonstrasi yang digelar sejumlah mahasiswa di Aceh Barat atas nama Aliansi Rakyat Bergerak, Senin 12 September 2022 lalu ditanggapi dengan tindakan kekerasan dari aparat keamanan setempat. Peristiwa ini terjadi tepat ketika massa aksi  menyampaikan aspirasinya menolak kenaikan harga BBM di depan Gedung DPRK Aceh Barat. Berdasarkan informasi di lapangan, para peserta aksi tengah melakukan …

Kecam Aksi Represif Aparat Keamanan di Aceh Barat, KontraS Aceh: Demonstrasi Hak yang Harus Dilindungi Selengkapnya »

Sah, Azharul Husna Jabat Koordinator KontraS Aceh Periode 2022-2026

Aktivis muda, Azharul Husna terpilih sebagai Koordinator Badan Pekerja Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh, periode 2022-2026. Dirinya terpilih melalui rangkaian kegiatan Rapat Umum Anggota (RUA) VI KontraS Aceh yang berlangsung sejak Kamis-Jumat (18-19 Agustus 2022) di Banda Aceh. RUA VI dihadiri oleh sedikitnya 55 anggota KontraS Aceh, baik secara online …

Sah, Azharul Husna Jabat Koordinator KontraS Aceh Periode 2022-2026 Selengkapnya »

Dukung Revisi Qanun Jinayat, KontraS Aceh Siap Beri Hasil Kajian ke DPRA

Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh mendukung rencana Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk merevisi Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Revisi yang dimaksud adalah mencabut sejumlah pasal terkait perkara pelecehan seksual terhadap anak. Menurut kajian KontraS Aceh, beberapa pasal dalam Qanun Jinayat sangat lemah dalam beberapa aspek, di …

Dukung Revisi Qanun Jinayat, KontraS Aceh Siap Beri Hasil Kajian ke DPRA Selengkapnya »

Peluncuran Museum HAM Virtual KontraS Aceh “Lorong Ingatan”

Banda Aceh – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh, menggelar diskusi sekaligus peluncuran Museum Hak Asasi Manusia (HAM) Virtual, Kamis 21 Januari 2021 melalui Zoom Meeting.   Kegiatan diskusi ini menghadirkan pembicara: Ali Nursahid selaku Direktur Program Museum HAM Munir, lalu ada penulis dan peneliti Raisa Kamila, serta Koordinator KontraS Aceh …

Peluncuran Museum HAM Virtual KontraS Aceh “Lorong Ingatan” Selengkapnya »

Temui Komisi I DPRA, KontraS Minta Segerakan Reparasi Korban Konflik

Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh bersama Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh menggelar audiensi ke Komisi I DPR Aceh, Selasa (9/9/2020) di Ruang Badan Musyawarah DPRA. Dalam audiensi tersebut, pihaknya membahas sejumlah isu, diantaranya mengenai reparasi korban konflik, rekonsiliasi akar rumput, Qanun Pertanahan serta penanganan kasus kekerasan seksual di Aceh. …

Temui Komisi I DPRA, KontraS Minta Segerakan Reparasi Korban Konflik Selengkapnya »

Quo Vadis Nasib Rohingya

Hampir tiga bulan menanti kejelasan. Rindu, bosan dan ketidakpastian ada bersama pengungsi. Baragkali kita masih ingat, ada pengungsi yang melarikan diri. Bagaimana nasibnya? Apa resiko bila pergi secara ilegal? Quo Vadis Nasib Rohingya adalah pemaparan mengenai Kesadaran hukum, resiko, dan pilihan-pilihan harus dibuat secara sadar dan pengetahuan. Agar tak terjadi hal hal buruk terlebih di …

Quo Vadis Nasib Rohingya Selengkapnya »

Rohingya: Terapung di Lautan, Ditolak Didarat

Bukan kali pertama, kapal berisi pengungsi Rohingya tiba ke perairan Aceh. Berisi 99 pengungsi Rohingya dari camp Bangladesh telah tiba di perairan Aceh sejak 21 Juni 2020. Sebelum akhirnya mendarat di pantai Lancok – Aceh Utara. Terombang-ambing, mencari kehidupan baru. Konon selama lebih kurang 4 bulan menyusuri lautan mencari kehidupan baru. Mengapa? Kita akan membincang …

Rohingya: Terapung di Lautan, Ditolak Didarat Selengkapnya »

id_IDID